Tekan Angka Stunting, Pemkab Tabalong Luncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting


TANJUNG, klikkalsel.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong terus memperkuat komitmennya dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui Kick Off Intervensi Serentak Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting Kabupaten Tabalong Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Bersinar, Senin (27/7/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Tabalong H. Muhammad Noor Rifani didampingi Ketua TP PKK Tabalong Hj. Desi Suryanti Noor Rifani, serta dihadiri jajaran perangkat daerah, camat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tabalong, Hj. Hamida Munawarah, mengatakan stunting adalah masalah gizi kronis yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Data menunjukkan prevalensi stunting di Tabalong meningkat dari 18,1 persen pada 2023 menjadi 23,1 persen pada 2024. Angka ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa diperlukan langkah yang intensif, terukur, dan kolaboratif lintas sektor,” ujarnya

Ia menegaskan Gerakan Orang Tua Asuh hadir sebagai inovasi berbasis kearifan lokal yang mengajak pemerintah, kecamatan, desa, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama menjadi orang tua asuh bagi anak-anak. Gerakan ini memiliki landasan yang kuat, antara lain Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

“Sasaran intervensi tahun 2026 adalah 1.148 anak stunting yang terdiri dari 894 anak kategori pendek dan 254 anak kategori sangat pendek. Gerakan Orang Tua Asuh difokuskan pada anak yang masuk kategori sangat pendek,” ucapnya.

Baca Juga : Bupati Tabalong Buka Sosialisasi JAGA DESA, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Desa

Baca Juga : Kemunculan Orangutan di Tabalong, Polsek Banua Lawas Koordinasi Evakuasi

Di sisi lain, Bupati Tabalong H Fani menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkomitmen mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tabalong.

Terkait  Gelar Pemotongan Kurban di Masjid Al-Akbar, Pemkab Balangan Salurkan 450 Paket Daging

“Persoalan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Penanganannya membutuhkan kerja sama, kepedulian, dan gotong royong dari seluruh unsur masyarakat,” ujar H Fani.

Ia berharap, Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting dapat menjadi wujud kepedulian nyata melalui pendampingan dan dukungan bagi anak-anak yang membutuhkan agar tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan anak-anak dan keluarganya. Karena itu, saya berharap seluruh perangkat daerah, kecamatan, puskesmas, penyuluh, dan semua pihak yang terlibat terus bersinergi melakukan pendampingan, pemantauan, dan evaluasi secara berkelanjutan,” tutupnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pemasangan selempang Orang Tua Asuh Stunting kepada perwakilan perangkat daerah dan perusahaan, serta penyerahan bantuan makanan bergizi kepada keluarga penerima manfaat sebagai bagian dari intervensi percepatan penanganan stunting di Kabupaten Tabalong. (adv/renn)

 

Editor : Akhmad





Source link