Dinkes Ingatkan Warga Jangan Paksa Olahraga Berat

Nugroho Kuncoro Yudho mengenakan seragam cokelat saat menyampaikan imbauan Dinkes Kotim tentang olahraga berat saat kabut asap. Nugroho Kuncoro Yudho dari Dinas Kesehatan Kotim mengingatkan warga Sampit agar tidak memaksakan olahraga berat ketika kabut asap memburuk.


Karena Kabut Asap Akibat Karhutla Masih Menyelimuti Kotim

SAMPIT – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sampit, membuat masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di luar ruangan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bahkan mengingatkan warga agar tidak memaksakan diri melakukan olahraga berat saat kualitas udara memburuk.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kotim Nugroho Kuncoro Yudho mengatakan, aktivitas fisik dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan ketika dilakukan di tengah paparan kabut asap.

Pasalnya, saat berolahraga tubuh membutuhkan asupan oksigen lebih banyak. Kondisi tersebut dapat menjadi persoalan ketika udara yang dihirup telah tercampur partikel dari asap kebakaran hutan dan lahan.

“Olahraga ringan hingga sedang masih relatif aman dengan memperhatikan kondisi tubuh. Namun untuk olahraga berat, apalagi saat menggunakan masker, bisa menyebabkan kekurangan oksigen,” ujar Nugroho, Kamis (10/9/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan masker saat melakukan aktivitas fisik juga perlu disesuaikan dengan jenis olahraga dan kondisi tubuh masing-masing.

Untuk aktivitas dengan intensitas ringan, seperti jalan santai, bersepeda ringan, senam, maupun peregangan, penggunaan masker masih memungkinkan dilakukan.

Namun masyarakat disarankan menghindari olahraga yang membutuhkan aktivitas fisik berat. Terutama ketika kabut asap semakin pekat.

Kegiatan seperti lari jarak jauh maupun latihan fisik dengan intensitas tinggi dapat membuat kerja sistem pernapasan menjadi lebih berat karena tubuh membutuhkan pasokan oksigen yang lebih besar. “Kalau kondisi udara sedang buruk, olahraga berat di luar ruangan sebaiknya ditunda,” katanya.

Selain memperhatikan kondisi lingkungan, masyarakat juga diminta lebih peka terhadap kondisi tubuh saat melakukan aktivitas fisik. Jika mulai mengalami keluhan seperti sesak napas, pusing, batuk, maupun iritasi pada mata dan tenggorokan, aktivitas sebaiknya segera dihentikan.

Terkait  Dewan Minta Pemda Bersinergi Dengan Pelaku Usaha dukung Sektor Ekonomi Masyarakat

Dinkes Kotim mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah selama kabut asap masih terjadi. Jika harus keluar rumah, penggunaan masker menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan langsung terhadap udara yang tercemar.

“Kalau harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker. Namun jika kualitas udara memburuk, lebih baik menunda olahraga luar ruangan dan memilih aktivitas fisik yang bisa dilakukan di dalam rumah,” pungkasnya.

Imbauan tersebut menjadi perhatian di tengah masih terjadinya kabut asap di wilayah Sampit.

Masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi udara dan mengutamakan keselamatan serta kesehatan, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap gangguan pernapasan. (pri/ens)


Dilihat 49





Source link