Siapkan Rp5 Juta Bongkar Pelaku Pembakar Lahan: “Laporkan, Identitas Kami Rahasiakan!”


PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran menaikkan tensi perang terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia menyiapkan uang Rp5 juta bagi masyarakat yang memberikan informasi akurat hingga membantu mengungkap pelaku pembakaran lahan secara sengaja.

Langkah itu disampaikan Agustiar saat berkunjung ke Sampit, Jumat (28/8/26). Ia meminta masyarakat tidak lagi diam jika mengetahui adanya aksi pembakaran hutan dan lahan.

“Kalau ada yang mendapat demikian (pembakar lahan), nanti identitas pelapor kami rahasiakan. Akan kami bantu Rp5 juta rupiah. Tapi laporkan!” tegas Agustiar.

Menurutnya, kondisi karhutla di Kalteng saat ini membutuhkan keterlibatan lebih luas, bukan hanya mengandalkan aparat pemerintah dan penegak hukum.

Masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian dinilai memiliki peran penting dalam memberikan informasi awal.

Orang Nomor Satu di Bumi Tambun Bungai itu menyebut laporan dapat disampaikan melalui kanal Lapor Gub. Namun, ia menekankan bahwa iming-iming uang tersebut bukan berarti masyarakat bebas menuduh siapa pun.

Laporan harus berbasis fakta.

“Tapi harus benar-benar ya! Jangan mengarang, jangan fitnah,” ujarnya.

Peringatan tersebut menjadi penting agar mekanisme pelaporan tidak berubah menjadi ruang saling tuding.

Informasi yang diberikan harus dapat dipertanggungjawabkan dan memiliki dasar yang jelas sehingga tidak merugikan pihak yang tidak bersalah.

Agustiar juga mengungkap adanya informasi mengenai dua orang yang ditangkap di Pulang Pisau karena diduga terlibat pembakaran di 12 lokasi.

Kasus tersebut menjadi sorotan lantaran dugaan pembakaran dilakukan di banyak titik. Jika terbukti, pola semacam itu menunjukkan bahwa karhutla bukan semata persoalan faktor alam, tetapi juga dapat berkaitan dengan tindakan manusia yang dilakukan secara sengaja.

Karena itu, pemerintah mendorong masyarakat menjadi mata dan telinga di lapangan.

Terkait  Heriyus Dorong Pelayanan Gereja Lebih Profesional dan Berkualitas

“Informasi cepat dari warga diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku sekaligus mempercepat aparat melakukan penindakan,” demikian Agustiar. (ifa/)


Dilihat 241





Source link