Lawan Keterbatasan Lahan, Poktan Manawau Makmur Sukses Panen Bawang Merah

Tandan bawang merah ungu berakar putih di tangan, hasil panen Poktan Manawau Makmur yang melawan keterbatasan lahan di Gunung Mas Hasil panen bawang merah Poktan Manawau Makmur, bukti tekad melawan keterbatasan lahan.


MMCGumas – Kuala Kurun – Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh dua petani dari Kelompok Tani Manawau Makmur, yaitu Rahiman dan Alfi. Meski kondisi tanah di Kabupaten Gunung Mas memiliki tantangan yang berbeda jauh dengan kesuburan tanah di Pulau Jawa, mereka berhasil membuktikan bahwa bawang merah bisa tumbuh subur di Desa Tanjung Riu, Kecamatan Kurun.

​Sudah menjadi rahasia umum bahwa kondisi tanah di wilayah Gunung Mas cukup menantang untuk tanaman sayuran jika dibandingkan dengan lahan di Pulau Jawa yang cenderung lebih gembur. Namun, dengan pengolahan yang tepat dan tekad yang kuat, tantangan tersebut berhasil diatasi. Pertanaman bawang merah dimulai sejak tanggal 20 Februari 2026 lalu. Di atas lahan tersebut, Rahiman dan Alfi menyiapkan 10 bedeng sepanjang 7 meter. Dengan modal 10 kg bibit, mereka telaten merawat tanaman agar bisa beradaptasi dengan karakter tanah setempat.

​Setelah melewati masa perawatan, proses panen akhirnya dilakukan pada 28 April 2026 dengan didampingi oleh Penyuluh Pertanian Kecamatan Kurun. Dari usaha tersebut, diperoleh hasil sebanyak 50 Kilogram bawang merah basah. ​Menariknya, hasil panen ini tidak perlu menunggu lama untuk dipasarkan dengan harga Rp 30.000,- per kilogram bawang merah basah. Begitu selesai dipanen, bawang merah tersebut langsung diserbu pembeli hingga ludes terjual.

​Bupati Gunung Mas, Jaya S. Monong, melalui Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas, Aryantoni, memberikan apresiasi atas keberhasilan ini. Menurutnya, keberhasilan di Desa Tanjung Riu ini mematahkan anggapan bahwa menanam bawang merah di tanah kita sangat sulit.

“Kondisi tanah kita di Gunung Mas memang beda dengan di Jawa, tapi Pak Rahiman dan Pak Alfi membuktikan bahwa dengan kemauan, kita tetap bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. Buktinya, hasil panen mereka langsung habis terjual karena kualitasnya memang bagus dan segar,” ujar Aryantoni.

Terkait  Musrenbang Kecamatan Sungai Babuat Digelar Bahas Sejumlah Prioritas Pembangunan

​Kegiatan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi warga lain di Gunung Mas untuk tidak patah semangat meski memiliki keterbatasan lahan dengan berbagai kondisi.


Post Dilihat: 24



Source link