SAMPIT,DETIK WEB – Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur hingga Selasa 1/9/2026 masih masuk kategori berbahaya akibat kabut asap Karhutla. Berdasarkan data ISPUnet Kementerian KLH, nilai ISPU untuk PM2,5 dan PM10 di Kotim berada di atas 300 sejak 28 Agustus 2026. Kondisi ini membuat sejumlah sekolah memilih menerapkan Belajar Dari Rumah atau BDR untuk melindungi siswa dan guru.
Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Yolanda Lonita Fenisia mengatakan, penerapan BDR tidak dilakukan serentak. Keputusan diserahkan ke masing-masing sekolah sesuai kondisi wilayahnya dan mengacu pada Surat Edaran Bupati Kotim Nomor 400.3.1/1182.1/Disdik-1/2026 tentang adaptasi pembelajaran di musim kemarau 2026. Salah satunya SDN 1 Baamang Barat yang menerapkan BDR meski kondisi sekitar sekolah tampak cerah. Sementara sekolah di wilayah selatan seperti Mentaya Hilir Selatan dan Pulau Hanaut masih menggelar pembelajaran tatap muka karena udara belum terdampak.
Yolanda meminta sekolah tidak hanya melihat kondisi visual, tetapi juga memantau data ISPU resmi. Pembelajaran jarak jauh bisa dilakukan melalui platform Rumah Pendidikan dengan akun http://belajar.id dan SIBI. Kebijakan BDR bersifat situasional dan akan dihentikan jika kualitas udara kembali sehat atau status tanggap darurat Karhutla berakhir. Dengan kondisi saat ini, keselamatan siswa dan guru menjadi prioritas utama Pemkab Kotim.(Red)
