Karhutla Kalteng Capai 2.698 Kejadian, BMKG Prakirakan Hujan 7-8 September 2026

PALANGKA RAYA,DETIK WEB – Ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Tengah belum sepenuhnya reda. Hingga 7 September 2026, tercatat 2.698 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 8.139,12 hektare.

Kota Palangka Raya menjadi daerah dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 569 kejadian.

Di tengah kondisi tersebut, peluang turunnya hujan sedang hingga lebat menjadi harapan baru untuk membantu membasahi lahan dan menekan risiko meluasnya kebakaran.

Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya memprakirakan sejumlah wilayah di Kalteng berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada 7-8 September 2026.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya Ihsan Sidiq mengatakan, wilayah yang berpotensi hujan meliputi:
Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Kapuas, Pulang Pisau, Barito Utara, Barito Selatan, Murung Raya, dan Kota Palangka Raya.

“Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi 13 kabupaten/kota di Kalteng,” kata Ihsan Sidiq, Selasa 8 September 2026.

Hujan diharapkan tidak hanya meningkatkan kelembapan lahan di kawasan rawan terbakar, tapi juga membantu memperbaiki kualitas udara yang sempat memburuk akibat karhutla.

Namun hingga Selasa 8 September 2026 sore belum ada hujan yang mengguyur Kota Palangka Raya.

BMKG menyebut pada 9 September 2026 belum ada wilayah di Kalteng yang masuk kategori potensi hujan sedang hingga lebat.

Kualitas udara Palangka Raya masih menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan Selasa 8 September 2026 pagi, konsentrasi Particulate Matter PM2.5 sempat berada dalam kategori berbahaya pukul 09.00 WIB.

“Kondisi tersebut kemudian mengalami penurunan pada pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Namun masih berada dalam kategori sangat tidak sehat,” ungkap Ihsan.

Pantauan dari website resmi BMKG, khusus di Palangka Raya pada pukul 12.00 WIB kualitas udara berada di angka 170,1 µg/m³ dengan kecepatan angin sekitar 4 km/jam.

PM2.5 merupakan partikel udara berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 mikrometer. Tingginya konsentrasi PM2.5 dapat berdampak terhadap kualitas udara dan kenyamanan masyarakat.

Kondisi ini menunjukkan masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap dan partikel berbahaya saat beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat diimbau tetap memantau perkembangan informasi cuaca dan kualitas udara dari BMKG, terutama sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.(Red)