Wapres Gibran Tinjau SDN 2 Petuk Katimpun Palangka Raya, Bahas Dampak Karhutla ke Pendidikan

Wapres Gibran Rakabuming meninjau SDN 2 Petuk Katimpun Palangka Raya bersama siswa di tengah kabut asap karhutla Wapres Gibran Rakabuming meninjau SDN 2 Petuk Katimpun di Palangka Raya dan membahas dampak karhutla terhadap kesehatan serta pendidikan.

PALANGKA RAYA,DETIK WEB — Di tengah kabut asap yang masih menyelimuti Kalimantan Tengah, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming meninjau langsung SDN 2 Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, Kamis 10 September 2026.

Kunjungan didampingi Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran ini merupakan bagian dari peninjauan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla di wilayah tersebut.

Kehadiran Wapres menjadi penyemangat bagi siswa dan guru yang selama ini belajar di tengah kualitas udara kurang baik.

“Anak-anak senang sekali bisa melihat langsung Bapak Wakil Presiden. Kami juga berharap kabut asap ini bisa segera berakhir,” ujar salah satu guru SDN 2 Petuk Katimpun.

Dalam peninjauannya, Wapres Gibran menekankan pentingnya menjaga kesehatan. Ia mengingatkan siswa, guru, dan warga sekolah untuk tetap memakai masker dan menjaga aktivitas dengan aman di tengah kabut asap.

Kunjungan ini menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya soal pemadaman api, tetapi juga dampaknya terhadap kesehatan dan keberlangsungan pendidikan.

Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya sebelumnya telah menyesuaikan sistem pembelajaran sesuai pantauan BMKG terkait kualitas udara.

Melalui 4 Surat Edaran sejak akhir Agustus, sekolah menerapkan *Pembelajaran Jarak Jauh / PJJ:
1. 28, 29, 31 Agustus 2026 – SE No. 400.3.5.1/3797
2. 1 – 3 September 2026 – SE No. 100.3.4.4/3824
3. 4 – 6 September 2026 – SE No. 100.3.4.4/3900
4. 7 – 9 September 2026 – SE No. 100.3.4.4/3903

Setelah evaluasi dan ISPU turun di bawah 200, Pemkot PKY menetapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas / PTM Terbatas mulai Kamis, 10 September 2026 melalui SE No. 100.3.4.4/3952.

PTM terbatas berlaku untuk PAUD, SD, dan SMP negeri maupun swasta dengan tetap mengutamakan kesehatan.

Pelaksanaan PTM akan terus dievaluasi. Jika kualitas udara memburuk, pembelajaran dapat kembali ke PJJ sesuai perkembangan di lapangan.

Pemerintah berharap seluruh pihak bersama menjaga kesehatan dan memperkuat upaya penanganan karhutla agar aktivitas belajar mengajar kembali normal.(Red)