PURUK CAHU,DETIK WEB – Pemerintah Kabupaten Murung Raya atau Pemkab Mura memperkuat kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau dan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla tahun 2026.
Strategi ini dilakukan melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, dan perusahaan pemegang Hak Guna Usaha atau HGU yang wilayahnya berada di Kabupaten Murung Raya.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Murung Raya, Heriyus saat mengikuti Rapat Koordinasi Pemerintah dengan Perusahaan Pemegang HGU dalam Penanggulangan dan Penanganan Puncak Karhutla Tahun 2026 secara virtual dari Aula A Kantor Bupati, Senin 31 Agustus 2026.
Rakor yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia ini juga diikuti Sekda Mura Sarwo Mintaro, Asisten I Rahmat K. Tambunan, Asisten II K. Zen Wahyu, serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah terkait.
Dalam rakor disampaikan, pemerintah pusat memperkuat operasi darat di sejumlah provinsi prioritas. Secara nasional disiapkan 43.481 personel gabungan. Personel tersebut terdiri dari unsur BNPB, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan relawan.
Khusus untuk wilayah Kalimantan Tengah, sebanyak 4.686 personel disiapkan untuk mendukung penanggulangan Karhutla. Dukungan ini juga diperkuat dengan peralatan pemadaman dan perlengkapan operasional sesuai kebutuhan di lapangan.
Bupati Heriyus menegaskan kunci keberhasilan pencegahan Karhutla ada pada keterlibatan semua pihak, terutama perusahaan pemegang HGU yang memiliki lahan luas.
“Kami minta perusahaan HGU aktif melakukan pencegahan, mulai patroli, memastikan kesiapan armada pemadaman,” tegas Heriyus.
Menurutnya, perusahaan tidak bisa hanya menunggu. Peran aktif dalam pencegahan sejak dini sangat menentukan agar api tidak meluas dan merugikan banyak pihak.
Pemkab Mura melalui BPBD dan Perangkat Daerah terkait saat ini terus memetakan wilayah-wilayah yang rawan terjadi Karhutla di Murung Raya.
Selain itu, pemerintah kecamatan juga didorong untuk meningkatkan patroli dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Fokus sosialisasi adalah larangan membuka lahan dengan cara membakar.
“Kita harus bergerak bersama sejak dini. Karhutla bukan hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kesehatan, aktivitas dan keselamatan masyarakat,” ujar Bupati Heriyus.
Dengan langkah antisipatif ini, Pemkab Mura berharap puncak musim kemarau 2026 dapat dilewati tanpa ada kejadian Karhutla besar di wilayah Murung Raya.(Red)
